“Jangan Memakai Botol untuk Isi Air Mineral Sembarangan!”. Mungkin himbauan ini sudah pernah anda dengar. Tapi saya yakin masih banyak orang yang belum mengetahuinya atau bahkan masih bertanya, “memangnya kenapa?”. Oleh karena itu pada tulisan ini saya ingin memberikan sedikit penjelasan mengapa kita diajurkan untuk berhati-hati dalam menggunakan botol air mineral yang umumnya terbuat dari plastik secara sembangan.
Plastik telah banyak dibuat menjadi berbagai perabotan rumah tangga ataupun untuk kegunaan lainnya. Penyebab banyaknya penggunaan plastik adalah harganya yang murah dan tidak pecah. Plastik juga sering kali dijadikan sebagai wadah makanan. Salah satu kejadian yang sangat sering kita jumpai adalah digunakannya bekas botol air mineral seperti Aqua, Aquades dan sejenisnya untuk digunakan kembali sebgai tempat minuman. Namun kita harus cermat dalam memilik wadah makanan dan minuman yang terbuat dari plastik,karena ternyata tidak semua bahan tersebut aman untuk digunakan.
Tapi anda tidak perlu khawatir, karena kita dapat mengetahui apakah plastik yang kita gunakan berbahaya atau tidak. Hal yang dapat kita perhatikan adalah dengan melihat kode yang biasanya terdapat pada bagian bawah wadah plastik. Kode tersebut menunjukkan dari jenis bahan apa plastik itu dibuat. Kode tersebut berupa segitiga yang terdiri dari 3 anak panah atau dengan huruf yang merupakan singkatan nama bahan pembuat plastik. Dengan mengetahui jenis bahan baku plastik, kita dapat mengetahui apakah jenis tersebut berbahaya terhadap makanan atau tidak.
Berikut adalah penjelasan kode plastik yang umunya digunakan di kalangan masyarakat:
Kode angka 01 – PETE
PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasanya biasanya digunakan sebagai wadah/ botol dari minuman mineral dengan warna transparan. Wadah ini khususnya diperuntukan sekali pakai. Karena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.
Plastik jenis ini tidak boleh digunakan berulang-ulang atau hanya sekali pakai. Habiskan segera isinya, jika tutup wadah telah dibuka. Semakin lama wadah terbuka, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak. Jangan pula menggunakan untuk wadah yang hangat apalagi panas karena bisa menyebabkan lapisan polimer akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (zat penyebab kanker jika digunakan dalam jangka pajang).
Kode angka 02 – HDPE
HDPE (High Density Polyethylene) banyak ditemukan sebagai kemasan makanan dan obat yang tidak tembus pandang. Plastik jenis ini digunakan untuk botol kosmetik, obat, minuman, tutup plastik, jeriken pelumas, dan cairan kimia.
Jenis plastik ini aman digunakan sebagai wadah makanan dan minuman karena kemampuannya untuk mencegah reaksi kimia antara plastik dengan zat yang diwadahinya. Namun direkomendasikan untuk penggunaan sekali pakai karena plastik ini dapat melepaskan senyawa antimoni trioksida yang terus meningkat seiring waktu.
Kode angka 03 – V atau PVC
PVC (Polyvinyl Chloride) sering digunakan pada mainan anak, bahan bangunan, dan kemasan untuk produk bukan makanan. PVC dianggap sebagai jenis plastik yang paling berbahaya karena kandungan DEHA yang terdapat pada PVC dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC (polyvinyl chloride) berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Beberapa negara Eropa bahkan sudah melarang penggunaan PVC untuk bahan mainan anak di bawah tiga tahun.
Kode angka 04 – LDPE
LDPE (Low Density Polyethylene) memiliki fleksibiliat yang tinggi dan kuat sehingga sering digunakan untuk membungkus, misalnya sayuran, daging beku, kantong/tas kresek. Plastik ini dapat didaur ulang dan tidak dapat hancur dengan sendirinya, namun tetap baik digunakan sebagai wadah makanan/minuman.
Kode angka 05 – PP
PP (Polypropylene) merupakan jenis plastik yang tidak tembus pandang tapi tembus cahaya. Jenis ini tahan terhadap panas, serta tahan terhadap bahan kimia dan minyak sehingga kemasan makanan, minuman, margarin, botol shampoo dan botol bayi sering menggunakan plastik jenis ini.
Kode angka 06 – PS
PS atau Polystyrene termasuk kemasan sekali pakai. Polystyrene merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh khususnya otak dan syaraf. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dapat berpindah ke dalam makanan, maka menggunakan bahan ini sebagai wadah makanan tidak dianjurkan. Berupa gelas dan piring makanan styrofoam yang sudah lama dianggap sebagai penyebab kanker, sendok dan garpu, kotak CD.
Kode angka 07 – OTHER
Yang termasuk dalam kategori ini adalah bahan plastik yang tidak termasuk dalam 6 kategori diatas. Dalam kategori ini termasuk Polycarbonate yang juga berbahaya bagi tubuh. Tetapi, ada juga bahan yang baik untuk lingkungan karena dapat diurai yang disebut bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, tebu.
Polycarbonate (PC) digunakan untuk botol galon air minum, botol susu bayi, melamin untuk gelas, piring, mangkuk alat makanan. Salah satu bahan perlengkapan makanan dan minuman yang sering digunakan adalah melamin yang tergolong jenis plastik termoset. Plastik jenis ini tergolong dalam “food grade” dan dapat digunakan sampai 140º C.
Dari penjelasan kode plastik di atas, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa botol yang aman digunakan kembali secara langsung oleh konsumen adalah yang berkode 2,4,5!


penting banget neh…, terutama bagi saya, di kulkas biasanya suka nyimpan air dari botol aqua, makasih banyak ya mas….
sama pak, saya juga sering. Baru tau, ternyata selama ini udah pake botol yg salah.
semoga bisa bermanfaat deh..
waah bagus skali infonya nih…trima kasih yaa…
Wahh,, baru tau nih,
makasih Sob infonya,
benar2 bermanfaat…
artikel yang sangat informatif
trims so
salam kenal
semoga banyak yang membaca artikel ini karena masyarakat masih banyak yang menggunakan botol mineral berulang2
salam
baru tau nih bro…padahal slama ini gw pake botol aqua sampai brkali-kali…
Makasih infox bro…