Tak bisa dipungkiri lagi jika seseorang membuat dan mengambangkan sebuah website, mereka akan mengaharapkan trafik/kunjungan yang tinggi di website mereka. Namun disisi lain, pengunjung yang banyak juga bisa menjadi musibah bagi si pembuat website. Mengapa? karena semakin banyak jumlah pengunjung sebuah website, berarti semakin banyak jumlah transfer data dari dan ke website tersebut. Padahal, sebuah website memiliki bandwidth hosting yang terbatas setiap bulannya. Sehingga, jika jumlah transfer data pada sebuah website melebihi dari jatah bandwidth yang telah ditentukan oleh provider webhosting per bulannya, maka website tersebut akan kena suspend (ditutup sementara) karena “bandwith exceeded“. Seperti yang di alami blog hendragalus pada akhir bulan lalu, dan alhamdulillah bisa kembali mengudara awal bulan ini. Sehingga anda perlu menghemat bandwidth anda agar tidak kena suspend.
Walaupun suspend ini bersifat sementara, alias akan kembali normal pada awal bulan, namun jika “bandwith exceeded” terjadi setiap bulannya tentu ini akan mengganggu performa dari website teman-teman. Karena bisa jadi pengunjung setia akan meninggalkan website teman-teman karena website yang terus up-down up-down disamping akan berpengaruh juga pada seach engine. Sehingga mau tidak mau masalah ini harus diatasi dan jangan dibiarkan berlama-lama. Ada dua cara yang teman-teman bisa lakukan, yaitu:
- Upgrade. Jika webhosting teman-teman memiliki opsi upgrade ke paket hosting yang lebih tinggi, bisa dilakukan upgrade agar kebutuhan bandwidth website teman-teman bisa tercukupi yang tentunya memerlukan biaya tambahan untuk upgrade.
- Penghematan. Menghemat bandwidth artinya teman-teman perlu memanajeman kembali website mulai dari template, layout, dan beberapa konfigurasi yang bisa mengoptimalkan transfer data di website teman-teman dan tentunya bisa mengurangi konsumsi bandwidth.
Berikut ini ada beberapa tips menghemat bandwidth webhosting yang bisa teman-teman lakukan untuk mengurangi konsumsi bandwidth.
- Optimasi penggunaan gambar. Gambar merupakan kontributor terbesar dalam pemakaian bandwidth. Semakin banyak gambar, baik itu untuk ilustrasi maupun latar belakang template, maka akan semakin banyak pula konsumsi bandwidthnya setiap kali halaman website di load (dibuka). Teman-teman bisa mengkompresi gambar yang akan digunakan dengan menggunakan tool seperti adobe photosop dengan save for web untuk gambar yang memiliki banyak warna dengan format JPG, dan alternatif lainnya dengan GIF atau PNG. Selain itu, optimalkan penggunaan css (cascading style sheets) untuk menggantikan peran gambar untuk background, atau menu dan lain lain.
- Disable Hotlink File. Hotlink File adalah penggunaan link gambar yang terdapat di server teman-teman namun digunakan oleh website lainnya secara langsung. Sederhananya adalah website lain menampilkan gambar, sedangkan gambar tersebut berada di server anda. Ini adalah metode “pencurian bandwidth” yang umum terjadi. Teman-teman dapat menggunakan .htaccess untuk melakukan pemutusan jika website lain akan melakukan hotlink.
- Optimasi HTML dan CSS, HTML dan CSS jika berisi listing kode yang banyak bisa berisi spasi dan break yang tidak perlu. Jika website teman-teman support PHP gunakan kompresi gzip untuk HTML, sedangkan untuk CSS-nya teman-teman bisa gunakan css compressor.
- Gunakan free hosting file untuk file dan gambar. Jika teman-teman ingin menyimpan file besar untuk di-download, simpanlah file dan gambar berukuran besar di hosting file gratis yang banyak tersedia di internet. Karena jika disimpan diserver hosting teman-teman, akan mengakibatkan pemakaian space dan tentunya konsumsi bandwidth dari webhosting anda setiap kali file tersebut di download.
- RSS feed Cache, RSS (Really Simple Syndication) adalah teknologi yang memberikan kemudahan kepada webmaster untuk mendistribusikan dan menerbitkan sindikasi content ke internet. Ketika RSS Feed di-cache, materi akan diambil dari hardisk dalam satuan waktu tertentu, dan akan diperbarui ketika waktu penyimpanan cache telah habis. Solusi : Anda bisa menyimpan RSS Feed Cache tersebut menggunakan sumber dari luar seperti Rss Cache, dan jangan lupa baca petunjuknya.
- Website Caching, adalah metode untuk mengambil data website dari media penyimpanan yang telah dipersiapkan sebelumnya (cache), bukan pembuatan dari sumber aslinya setiap kali informasi yang sama dibutuhkan. Metode website caching ini efektif untuk menghemat konsumsi bandwidth, karena mengurangi jumlah kalkulasi browser untuk melakukan rendering sebuah website, sehingga akan mempercepat juga tampilan website. Website Caching untuk halaman dinamis dapat diterapkan pada CMS seperti Joomla, dan wordpress, ada yang langsung bisa diaktifkan pada setup konfigurasinya seperti joomla, maupun tersedia plug-in untuk mengaktifkan web caching ini.
- Gunakan AJAX. AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) adalah teknologi untuk berkomunikasi antara halaman web dengan server menggunakan java script, tanpa perlu melakukan re-load seluruh halaman. Dengan metode biasa, content akan selalu di-reload ketika terjadi permintaan, dengan menggunakan AJAX, hanya content yang diperlukanlah yang akan di-reload, tidak seluruh halaman.
Itulah beberapa tips menghemat bandwidth webhosting yang bisa teman-teman terapkan untuk memaksimalkan penggunaan bandwidth website teman-teman. Namun, jika teman-teman ingin mengembangkan website secara seius maka janganlah terlalu ‘pelit’ terhadap biaya hosting. Gunakanlah layanan hosting yang memiliki performa yang bagus. Jika teman-teman memiliki website yang berjalan bagus dan mendapatkan pengunjung banyak, pada akhirnya teman-teman sendirilah yang akan mendapatkan manfaatnya.



I subscribed to your rss